Inspirasi

Berlari Di Usia 40 Tahun

oleh di Mar 19, 2018

Menginjak usia 40 tahun, mungkin Anda memikirkan akan memasuki waktu yang rentan akan terserang beberapa penyakit. Selebihnya Anda akan menyiratkan bahwa olahraga yang saat ini sedang digandrungi oleh kaum muda tidak mungkin Anda ikuti dengan baik. Baiklah, mungkin sudah saatnya Anda membuang pemikiran tersebut jauh-jauh!

Saat ini banyak yang harus diperhatikan oleh para pelari: Beberapa penelitian menunjukan bahwa mengonsumsi makan sehat dan latihan berkala menjaga pria dan wanita terbebas dari pemikiran yang kurang tepat, bahwa "olahraga" dirumah dengan hanya melakukan jalan dari sofa menuju lemari es sudah cukup untuk membuat badannya sehat.

Peraturannya, kehidupan para pelari, merasa dan berpenampilan lebih muda dari umur sebenarnya, dan memiliki kemungkinan untuk berumur panjang. Penelitian ini dilakukan terhadap pelari yang berumur diatas 40 tahun. Dan bahkan, ketika mereka usai berlari, mereka beranggapan positif, bahwa kegiatan ini menjadi bonus tambahan untuk mencapai kesehatan yang lebih baik di masa tua.

Kabar Baik dan Buruknya

Sebuah studi yang dilakukan oleh editor I Run Far.com menyimpulkan bahwa pelari ultra akan terlihat lebih muda, dan pelari ultra pria akan lebih muda dibandingkan pelari ultra wanita. Dan pelari ultra laki-laki terbaik lebih muda dari wanita terbaik —hal ini menunjukan bahwa pelari ultra terbaik relatif lebih tua umurnya dibanding usia dibawahnya.

"Anda tidak dapat memutarbalikan waktu, namun Anda dapat memahami perubahan yang dialami oleh tubuh Anda," ujar Sarah Hunter seorang dokter di Universitas Marquette di Milwaukee, Amerika Serikat. Memahami dan mengatur tingkat detak jantung semaksimal mungkin misalnya.

Seiring bertambahnya usia, Anda juga menjadi kurang fleksibel. Di mulai dari usia 40 tahun, orang kehilangan sekitar 1 persen dari massa otot per tahunnya. Maka dari itu, Anda bisa mendapatkan manfaat dari mengombinasikan latihan beban dengan latihan kardiovaskular ke dalam program aktivitas fisik mingguan Anda.

Otot Anda cenderung menjadi kaku, khususnya di bagian tendon yang meningkatkan risiko cedera. Olahraga bisa membantu memperkuat otot di sekitar sendi dan mengurangi risiko cedera. Olahraga juga bisa membantu mengurangi nyeri sendi. Namun perlu diperhatikan untuk selektif memilih jenis olahraga yang memiliki risiko cedera rendah.

Dok. 123RF

Tubuh Pada Usia 40

Menurut NBC News, pelari berkinerja terbaik pun tidak mampu menghentikan degenerasi insulasi yang mengendalikan fungsi motorik tubuh. "Sulit untuk menjadi atlet kelas dunia setelah usia 40 tahun," kata ahli saraf University of California, Dr. George Bartzokis. Dirinya menambahkan, "myelin merupakan organ yang bertanggung jawab untuk merespon ketika tubuh bergerak cepat saat berlari, namun seiring jalannya waktu dan bertambahnya usia, penurunan tingkat respon myelin tidak menjadi hambatan ketika Anda memasuki usia kepala empat . Ini tergantung dari kebiasaan Anda ketika sebelum memasuki usia 40, setiap orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda.

Dok. 123RF

40 Tahun: Waktunya Gantung Sepatu?

Jangan lakukan itu! Sebagai gantinya, Anda diwajibkan harus tetap aktif dan merealisasikan penelitian dari seorang ilmuwan yang mengungkapkan bahwa peningkatan aktivitas fisik dan mental mampu merangsang perbaikan myelin. Setiap Anda melakukan aktivitas fisik, jaringan myelin dapat melakukan regenerasi dengan sendirinya, yang dapat menghambat proses penuaan.

Agar dapat meningkatkan potensi Anda dalam berlari, Anda harus fokus untuk melakukan segala hal untuk menunjang aktivitas tersebut. Salah satunya adalah menjauhkan diri Anda dari stres, karena kortisol yang dihasilkan oleh tubuh yang mengalami tekanan merupakan musuh utamanya. Masalah psikis dapat mengikis proses regenerasi myelin, menurut Dr. Bartzokis.

Jauhkan diri Anda dari gaya hidup yang selalu berkontribusi terhadap naiknya kadar stres.

Dok. 123RF

Kategorikan diri Anda

Cara terbaik mengktegorikan diri Anda adalah dengan memilah dan mawas pada usia ketika aktif berlari. Dan juga memerhatikan perubahan kondisit tubuh di usia 35 hingga 74 tahun. Ingat, tidak ada hal baku yang tertulis dalam penentuan perubahan tubuh dalam mengkategorikan untuk beraktivitas seperti berlari, namun Anda setidaknya dapat mengukur kategori pada usia Anda saat ini.

  • Young Master (35-44 tahun). Waktu yang mendesak Anda untuk melakukan pemulihan ekstra serta mewajibkan Anda untuk menyusun jadwal latihan fisik yang teratur. Umur tersebut merupakan medio transformasi organ tubuh yang memengaruhi reaksi fisik.
  • Middle Master (45-55 tahun). Kisaran usia yang menuntut diri Anda untuk fokus melakukan aktivitas untuk melatih kekuatan dan fleksibilitas, terutama di area fleksor pinggul dan betis. Yang penting, carilah sesuatu yang mapu memotivasi dan menjadi inspirasi Anda untuk melakukan hal tersebut.
  • Ageing Master (56-64 tahun). Tantangan di usia ini akan lebih mendesak Anda dalam meraih tubuh yang sehat. Pada rentang usia ini, Anda harus lebih memahami metode pemulihan bagi tubuh, dan menyesuaikan diri terhadap hasil yang akan dicapai pada setiap aktivitasnya.
  • Senior Master (65-74 tahun). Anda diharapkan lebih bijak untuk mengikuti latihan beban, berhati-hati terhadap cedera saat latihan, atau Anda dapat menceburkan diri kedalam komunitas yang terbuka untuk pelari berusia lanjut. Anda akan mendapatkan kepuasan dan tujuan yang sama, dan dapat mengukur kemampuan terhadap satu dengan yang lainnya.

Dok. 123RF

Mengubah Pola Pikir

Ada alasan mengapa kita mengkolaborasikan latihan fisik dengan mental! Atlet yang kompeten tidak dapat untuk tidak mengukur penampilan mereka melawan teman sebayanya, karena pelari yang paling berdedikasi tidak hanya mencari prestasi terbaik untuk memastikan bagaimana kemajuan mereka, namun juga tergantung terhadap sifat manusia untuk membandingkan diri kita dengan orang lain.

Dr. Margaret Paul yang menulis untuk Huffington Post mengatakan kecenderungan untuk mengukur orang lain dapat dilihat sebagai positif atau negatif. Jika rasa percaya diri seorang pelari sangat tinggi, maka rasa itu merupakan pemikiran yang sehat -jika Anda memang layak dan mampu untuk mengalahkan lawan Anda untuk mencapai garis finish.

Dan sebaliknya, jika kecenderungan itu tidak masuk akal -jika Anda pelari di usia pasca 40, dan bersikeras untuk mengukur kemampuan melawan pesaing muda, itu merupakan bencana emosional.

Kami menyarankan pelari master untuk menjalani latihan yang lebih bijaksana. Berhentilah mengumpulkan dan memikirkan pengalaman pribadi yang buruk. Menahan diri dari membandingkan Anda dengan pelari yang lebih muda. Hargai setiap kesuksesan yang Anda jalani dan definisikan kesuksesan itu dengan cara Anda sendiri.

Hiduplah dengan kebijaksanaan dan Anda tidak hanya akan terus berlari dengan percaya diri, tapi Anda juga akan menjadi teladan bagi pelari yang satu angkatan dengan Anda!

 

Apakah Anda seseorang yang mengagumi pelari usia lanjut karena mereka telah mampu "menolak" tua dan dapat mendobrak stigma bahwa menikmati masa tua bukan berarti berdiam diri dan menghabiskan waktu dirumah dengan kegiatan yang membosankan?

Kami bekerja sama dengan mitra kami untuk membawakan berita, informasi dan laporan terhangat yang berwawasan dan berguna di dunia seputar lari kepada Anda dengan tepat dan akurat.

Lokasi
Indonesia
Jumlah Pos
31
Bergabunglah Dengan Diskusi