Peralatan

Apple Watch Series 3: Berlari Tanpa Beban!

oleh di Apr 12, 2018

Semenjak menggunakan perangkat ini, saya merasa bebas disaat berlari.

Sebelum mengenal Apple Watch, Saya selalu berlari dengan iPhone melekat di tangan -meskipun ukuran '6 Plus' lebih besar dari genggaman telapak tangan. Bahkan sewaktu-waktu, saya beberapakali menjatuhkannya karena genggamannya terlalu besar dari cengkraman jemari saya. Namun apalah daya, saya candu berlari membawa perangkat pintar yang satu ini.

Pertama, perangkat ini merupakan exist tracker. Dimana dengan bantuan smartphone, jarak, waktu dan pace dapat dihitung serta dibagikan atau diunggah ke media sosial. Silakan saja Anda menyebut saya seorang milenial, namun inilah gaya zaman kekinian. Kedua, disaat sedang berlari, itu memungkinkan saya untuk menelfon, mengirim pesan, mengambil foto dan mengunggahnya secara instan ke media sosial. Atau sekedar mendengarkan musik, ataupun juga menggunakan teknologi Maps untuk melihat rute lari dan jarak yang akan saya tempuh. Dan banyak lainnya juga yang bisa saya lakukan dengan membawa sebuah smartphone.

Sejumlah pabrikan mengeluarkan produk dengan perangkat yang memungkinkan Anda untuk berlari tanpa harus membawa 'alat' seberat itu. Namun, semuanya tidak ada yang bisa menandingi teknologi telepon pintar, karena beberapa fungsi pada perangkat penyandang berlari tidak sama persis dengan ponsel Anda.

Ketika Apple Watch Series 3 dirilis, ini jawaban dari sebuah inovasi kebebasan bagi seorang pelari seperti saya. Awalnya saya bertanya-tanya, apakah perlu mengsinkronisasikan antara telepon genggam dengan jam tangan ini melalui bluetooth? Atau harus menggunakan perangkat perantara lainnya untuk menerima panggilan? Dan akhirnya saya diberi kesempatan untuk mencoba Apple Watch Series 3, dan ini yang saya temukan;

Kebebasan yang nyata

Saya sejujurnya menyukai fungsi seluler (LTE). Karena memungkinkan jam tangan ini untuk menggunakan data dan melakukan fungsi dasar telepon tanpa terhubung ke telepon. Sekarang saya dapat menelepon atau sebaliknya, membalas teks, dan melacak perjalanan saya (dengan GPS) tanpa membawa iPhone pada saat saya berlari. Saya bahkan tidak perlu headset untuk melakukan atau menerima panggilan -tersemat mikrofon dan speaker internal didalamnya yang memungkinkan untuk melakukan komunikasi dua arah memergunakan jam tangan saja.

Kebebasan ini juga berarti bahwa memungkinkan untuk mendengarkan lagu melalui Apple Music. Tetapi itu tidak berarti bahwa seseorang perlu berlangganan untuk mendengarkan musik. Saya dapat mendengarkan lagu yang tersimpan di my library selama lagu itu sudah diunduh secara manual ke jam tangan dengan menggunakan aplikasi WatchApp di iPhone. Sepasang headset bluetooth memang diperlukan untuk mendengarkan lagu, karena perangkat tersebut tidak memutar musik melalui pengeras suara.

Suatu hari saya pergi untuk berlari ke tempat yana tidak pernah saya datangi sebelumnya, dan saya tidak membawa smartphone, lalu bingung cara untuk pulang. Dan hebatnya, aplikasi Maps pada jam tangan ini mampu menunjukan arah kembali ke tempat tujuan. Ini menjadikan saya berani untuk mencoba tempat-tempat baru tanpa khawatir tersesat. Dan yang paling saya sukai adalah, jam tangan ini memiliki kemampuan untuk bertahan dari air hujan. Tidak akan ada alasan hujan untuk menahan saya untuk berlari. Satu lagi, jika disaat saya haus dan lapar menyerang, namun tidak membawa uang tunai, saya bisa bertransaksi menggunakan Apple Pay di beberapa toko yang telah berlogo ApplePay.

Untuk dapat menikmati layanan data selularnya, banyak provider yang dapat digunakan, atau dapat juga menggunakan layanan NumberShare dengan abodemen perbulan. Sekaran, ponsel dan jam tangan saya dapat telah singkron, menggunakan layanan telepon, data, waktu bicara serta SMS yang sama dengan ponsel.

Fitur luar biasa

Semua aplikasi di iPhone saya yang kompatibel dengan Apple Watch secara otomatis disinkronkan ke jam tangan. Saat saya mengunduh aplikasi baru, mereka secara otomatis disinkronkan ke jam jika mereka kompatibel dengannya. Jadi, saya tidak perlu menghabiskan waktu mengunduh aplikasi di jam tangan.

Proses penyelarasan latihan, langkah, dan detak jantung hampir real time. Saya tidak perlu membuang waktu mencoba menyinkronkan jam tangan dan iPhone saya. Dan saya pikir Health App itu menakjubkan. Aplikasi kesehatan ini adalah bank data pribadi untuk menganalisa langkah, detak jantung, kalori yang terbakar, durasi aktif dan bahkan analisa tidur. Nah, Health App hanya memberikan gambaran umum saja, bukan rincian lengkap tentang latihan dan durasi tidur. Untuk melihat detailnya, saya perlu membuka lagi aplikasi yang lain demi  memperoleh dan melacak data latihan dan tidur saya.

Apple Watch memang memiliki aplikasi Workout bawaan, tetapi tidak dapat mengekspor data dari aplikasi Workout ke aplikasi pihak ketiga. Jadi, saya masih lebih suka menggunakan sports tracking apps, seperti Runkeeper, Strava, dan NRC, karena saya anak milenial dan saya suka berbagi latihan saya di platform yang dapat dilihat dan dikomentari teman-teman saya. Baiknya adalah, aplikasi ini akan secara menghitung jumlah pergerakan dari beberapa aktivitas harian meskipun tidak menggunakan aplikasi lain.

Selain melacak langkah dalam berjalan atau berlari, terkadang jam tangan ini melacak aktivitas lainnya, seperti berenang dan vertical run. Altimeter barometer juga menjadi fitur yang berguna, yaitu dapat mengukur ketinggian ketika melakukan pendakian. Sementara itu, fitur tahan airnya memungkinkan saya untuk mengenakan jam tangan saat berenang di kolam renang atau perairan terbuka. Tetapi saya tidak akan menggunakannya untuk menyelam, karena Apple hanya merekomendasikan penggunaan di air yang dangkal.

Daya tahan baterainya mampu bertahan selama 2 hari. Jika saya membandingkannya dengan jam tangan lain yang pernah saya digunakan, -yang bahkan telah mati sebelum saya menyelesaikan Full Marathon. Maka daya baterai Apple Watch Series 3 ini jauh lebih baik dan tahan lama.

Jam tangan pintar terbaik

Saya penggemar dari sleep tracker. Kali pertama saya menggunakan Apple Watch ketika tidur, keesokan harinya saya langsung menganalisa kegiatan pasif tersebut. Ah, ternyata tidak ada pergerakan atau informasi tentang itu semua. Memang sudah semestinya saya mengunduh aplikasi seperti Pillow, Sleep Cycle, dan Beddit, namun saya memutuskan untuk menggunakan AutoSleep. Saya menganggap AutoSleep merupakan aplikasi terbaik diantara lainnya, namun masih ada kekurangan dalam detail informasi yang ditampilkan. Saya berharap semoga kedepannya ada smartwatch yang dilengkapi sensor dan aplikasi yang baik untuk sleep tracker.

Sebagai seorang yang selalu menggunakan Podcast selama berkegiatan, dan tentunya ketika berlari. Anda harus rela meluangkan waktu sedikit untuk mengkonversi file Podcast ke dalam file musik melalui iTunes untuk disingkronkan dengan jam tangan Anda. Prosesnya memakan waktu, karena dalam satu file saja dapat memakan waktu hingga 30 menit.

Dan pada suatu hari, tampilan beranda jam tangan saya terkunci dan SIRI terus menerus meneriakan waktu saat itu. Saya tidak dapat mengakses apapun, dan saya merasa takut -secara tidak sadar telah melakukan hal yang telah merusak fungsi dari smartwatch tersebut. Kemudian setelah jauh mencari, saya baru mengetahui bahwa jam tangan tersebut telah memasuki mode VoiceOver, yang dirancang untuk membantu pengguna ketika mengalami gangguan penglihatan saat bernavigasi. Saya tidak paham bagaimana mengubah mode VoiceOver, namun saya berharap Apple dapat memerbaharui sistem otomatis pada pergantian mode tersebut agar lebih ramah bagi penggunanya.

Kelebihan

  • Berfungsi hampir sama dengan smartphone, membalas panggilan dan teks yang mendesak, melakukan pembelian, mendengarkan lagu, menggunakan peta, menerima pemberitahuan lainnya.
  • Latihan dapat diukur dengan aplikasi pihak ketiga (bukan aplikasi Workout) yang akan menghitung total Aktivitas harian, yang mencakup kalori terbakar, durasi latihan, dan frekuensi berdiri.
  • Tampilan jam dapat disesuaikan! FYI: Jika Anda memilih jam tangan Mickey/Minnie Mouse, karakter tersebut dapat memberitahu Anda waktu terkini dengan suara yang lucu.
  • Health App, platform bawaan yang mengumpulkan data kesehatan pengguna, sangat berguna bagi saya ketika ingin menganalisis data kesehatan selama seminggu, sebulan atau bahkan setahun.
  • Dibandingkan dengan jam tangan pintar lainnya, dengan Apple Watch ini saya tidak perlu menginvestasikan waktu lebih untuk menyinkronkan data antara jam dan ponsel saya. Ponsel dan jam tangan mampu menyingkronkan data dengan mulus tanpa saya sadari.
  • Saya dapat berbicara langsung dengan SIRI pada mikrofon internal.
  • Variasi tali dengan jenis bahan, warna, dan model yang bermacam-macam! Katakanlah, keluaran Sport Loops yang terbuat dari tenunan nilon yang lembut dan breathable. Atau Waterproof Sport Bands yang terbuat dari fluoroelastomer, Woven-Nylon yang memberikan nuansa kain pada Kulit. Well, nampaknya saya tidak akan pernah bosan dengan smartwatch yang satu ini!

Bane Runner

  • Harus tetap berlangganan data untuk menikmati mode selularnya.
  • Apple Watch hanya dapat terhubung ke satu headphone bluetooth. Jadi, tidak memungkinkan untuk berbagi musik dengan teman lari Anda.
  • Sebagai penggemar Podcast, saya kecewa dengan kurangnya aplikasi Podcast. Ada cara untuk mendengarkan Podcast di Apple Watch, tetapi itupun membosankan dan menghabiskan waktu.
  • Bagi orang yang ingin memutuskan sambungan dari ponsel ketika sedang berlari, Apple Watch Series 3 mungkin terlalu menggangu.

Eva adalah seorang penggemar lari yang kecanduan maraton sejak lomba lari pertamanya ditahun 2011. Pada akhir pekan, dia senang berlari, mendaki gunung, dan berkelana. Ketika dia tidak melakukan aktivitas outdoor, kemungkinan besar dia sedang membaca atau menulis.

Lokasi
Indonesia
Jumlah Pos
16
Bergabunglah Dengan Diskusi