Wawancara

Aditya Pamungkas: Sudah Lama Gantung Sepatu!

oleh di May 15, 2018

"Thanks for god, I have two legs and I can do running."

Apa yang terbesit dalam benak Anda ketika mendengar kata 'Gantung Sepatu'? Ya, pasti kata 'berhenti' yang terbentuk dalam otak Anda. Namun berbeda dengan pelatih lari asal Wonogiri ini, dirinya gantung sepatu untuk merehatkan dari kesibukannya menjadi Atlet, bukan untuk berhenti berlari. Simak wawancara tim kami dengan pria yang memiliki hobi sepak bola dan juga fotografi ini.

RS: Kapan Anda mengawali lari?

AM: Pertama kali mengawali lari sejak kelas 5 SD orang yang mengarahkan saya untuk lari adalah ayah saya sendiri Edy Suwoto A.Ma.Pd. Tujuan awalnya adalah menjadi atlet dan mendapat prestasi setinggi mungkin, namun sekarang setelah gantung sepatu pada 2015 lalu, hanya untuk menjaga kesehatan kondisi fisik dan bisa mengikuti beberapa race.

RS: Kenapa harus lari?

AM: Bagi saya lari bukan hanya sekedar olahraga tapi lari sudah menjadi bagian hidup saya. Karena hidup saya banyak berubah karena lari, lebih dari sekedar tidak bugar menjadi bugar. Tapi dari tidak berprestasi menjadi berpretasi, dari tidak berpendidikan menjadi berpendidikan, dari tidak bekerja menjadi bekerja. Thanks for god, I have two legs and I can do running.

RS: Siapa pelari inspirasi Anda?

AM: Mo Farah, Alasannya karena dia keren itu saja. 😀

RS: Road or Trail?

AM: Road! Alasannya sejauh ini pengalaman lari lebih banyak di jalanan atau di lintasan lari saja. Saya belum pernah mencoba trail run, mungkin saya akan lengkapi alasannya setelah saya mencoba trail run. hehe..

Dok . Pribadi

RS: Prestasi terbaik Anda?

AM: Semasa kuliah saya menjadi atlet DKI Jakarta & PPLM ( Pusat Pendidikan & Latihan Mahasiswa) DKI jakarta. Prestasi Terbaik adalah 1 perak 2 perunggu Kejurnas Junior pada tahun 2011 untuk nomor 800 meter & estafet 4x100m, 4x400m. Medali perak kejurnas PPLM 2014 nomor 800 m, 2 medali perak nomor estafet 4X400 m POMNAS (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional) tahun 2013 di Jogja dan 2015 di Aceh tepat sebelum saya gantung sepatu. Untuk nomor lari marathon finish urutan 6 nasional pada Jakarta Marathon 2017 lalu dengan catatan waktu 3.19.

RS: Pengalaman tak terlupakan saat lomba lari?

AM: Pada saat mengikuti Jakarta Marathon 2016, pengalaman pertama jadi repot banget apa aja harus dibawa. Lebih repot sampai ketinggalan ketinggalan start FM, ketika flag off saya masih kerepotan dengan drop bag. Akhirnya saya start bareng dengan peserta 10K, yang artinya flag off HM pun ketinggalan, hahaha..

RS: Lomba dan Medali yang berkesan?

AM: Kalau untuk nomor Full Marathon baru mendapatkan 3 medali dan Half Marathon 1 medali. Lebih banyak medali di nomer lintasan. Medali paling menarik adalah Maybank Bali Marathon, karena berkarakter sekali dengan budaya Bali dan designnya pun solid.

RS: World Major Marathon apa saja yang pernah diikuti?

AM: Belum, sedang dalam perencanaan dan sepertinya saya membutuhkan sponsor untuk ini. Jadi saya perlu buat proposal misalnya jika saya bisa memecahkan PB saya 3.19 ada yang mau sponsorin saya? runsociety mungkin berminat? hehehe

RS: Yang mengalahkan Anda untuk berlari?

AM: Sepak bola, tapi disana saya masih tetap berlari juga.

RS: Rencana mengikuti lomba lari apalagi dan apa misinya?

AM: Mungkin tahun depan saya akan mencoba peruntungan di lotre World Major Marathon, kalau dapat saya akan mencoba menembus sub 3.

RS: Harapan tentang lari di Indonesia

AM: Semakin berkembang maju, dan menjadi pilihan masyarakat kita, sehingga lari jadi olahraga yang cukup POP (populer/red) dimasyarakat. Karena saya tahu betul pertandingan lari dulu belum begitu menarik minat penonton ataupun pelakunya. Dan alhamdulillah sekarang sudah menuju kearah sana. Banyak Race yang diadakan dan semoga penyelengara berlomba saling kreatif hingga satu saat nanti ada paling tidak 1 race di Indonesia mendapat gold labels yang menarik minat pelari dari mancanegara.

Dengan begitu diharapkan minat untuk menjadi pelari didalam negeri semakin besar, jika jumlah pelari semakin banyak artinya akan semakin kompetitif, jika dilevel hobi saja kompetitif maka ini akan jadi tungku panas untuk pelari yang levelnya atlet baik daerah ataupun nasional memacu prestasinya lebih baik lagi, jangan sampai jarak yang ada terlalu dekat atau bahkan tersusul antara pelari dengan level atlet daerah/nasional dengan pelari umum.

jika atmosfir yang saya ilustrasikan tadi terjadi, dalam skala besar akan terjadi perubahan baik dari segi atlet dan sport science-nya dalam meningkatkan prestasi di dunia lari, yang akhirnya akan memberikan manfaat juga dalam berbangsa dan bernegara.

RS: Ekspresikan "Lari" dalam 3 kata!

AM: Seru, Berkarakter & Menyehatkan!

Dok. Pribadi

 

Jika Anda memiliki cerita unik dan seru yang inspiratif bagi runners lainnya, mengapa tidak layangkan surat melalui e-mail redaksi kami?

Berangkat dari kecintaan terhadap alam membuat saya mencoba untuk mengawali berlari dengan trail run, karena alam banyak mengajari saya tentang kehidupan yang spektakuler ini. Jika dengan berlari mampu memperbanyak ilmu pengetahuan, lalu mengapa saya harus berdiam diri di depan televisi saja?!

Lokasi
Indonesia
Jumlah Pos
33
Bergabunglah Dengan Diskusi